SMK Negeri 1 Tapen menerima kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bondowoso dalam rangka monitoring dan evaluasi implementasi penggunaan gawai (gadget) sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembelajaran yang adaptif, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi digital di lingkungan sekolah berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan, sekaligus mendukung pembentukan karakter para murid di era transformasi digital.

Kunjungan diawali dengan penyambutan oleh Kepala SMK Negeri 1 Tapen beserta jajaran manajemen sekolah. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, rombongan berdialog mengenai kebijakan sekolah dalam mengatur penggunaan gawai selama proses pembelajaran. Berbagai strategi yang diterapkan sekolah dipaparkan sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah ruang kelas untuk mengamati implementasi penggunaan gawai dalam kegiatan belajar mengajar. Peserta didik tampak memanfaatkan perangkat digital secara bijak untuk mengakses bahan ajar, mengerjakan tugas, melakukan pencarian informasi, serta berkolaborasi dalam aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru.

Selain meninjau proses pembelajaran, rombongan juga berdialog dengan guru dan peserta didik mengenai manfaat serta tantangan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan yang bertujuan memperkuat budaya literasi digital, meningkatkan kedisiplinan, serta menanamkan etika dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah yang telah dilakukan sekolah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Menurutnya, penggunaan gawai akan memberikan dampak positif apabila disertai pengawasan, aturan yang jelas, serta pendampingan yang berkesinambungan dari guru dan orang tua sehingga para murid mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Tapen, Nur Yakuti, menegaskan bahwa sekolah terus berupaya menanamkan budaya digital yang sehat melalui berbagai program pembiasaan. Penggunaan gawai tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga sebagai sarana mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi yang menjadi kompetensi penting di abad ke-21.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Cabang Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai karakter, etika, serta tanggung jawab. Kehadiran teknologi di sekolah bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi media untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inovatif, berkarakter, dan berorientasi pada masa depan. SMK Negeri 1 Tapen optimistis bahwa pemanfaatan gawai yang bijaksana akan menjadi salah satu fondasi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan teknologi global.